Lilo And Stitch

Kalau Lilo ditanya namanya, Lilo. Orang-orang sering melanjutkan, “Stitch mana?” “Kayak Kartun dong!” Padahal Lilo kan yang pandai main gitar. Hehehe Yang jelas, bedanya Lilo dan Lilo kartun jelas. Lilo cowok, laki-laki. Lilo kartun cewek alias perempuan. ;-P

Iklan

Lilo di Usia Tiga

“Nggak mau! Nggak mau dicium! Jangan! Bapak bau kecut!” Begitulah yang dikatakan anakku, Lilo ketika bapaknya mau memeluk atau menciumnya. Hari ini dia genap berusia tiga tahun. Dia sudah mulai konsisten ketika sudah memutuskan sesuatu. Tidak mau dicium dan dipeluk bapaknya itu terus dia pertahankan, dan dia akan marah jika bapaknya memaksanya.

Lilo bergabung dengan PAUD bulan lalu. Di sana, dia mulai memiliki beberapa sahabat. Azka dan Nindy, dua di antaranya. Lilo tidak selalu harus duduk dengan mereka, tetapi bila mereka datang, pasti dia sambut dan perhatikan. Dengan beberapa teman, terutama perempuan, dia menghindar. “Lilo takut, nanti dicubit,” katanya.

Melvin adalah sahabatnya di rumah. Mereka sering sekali bertengkar, tapi akan saling mencari jika salah satu dari mereka tidak ada. “Tapi, kata Bang Evin, nggak pa pa kok Bu!” Sering dia katakan ketika saya mencoba melarangnya melakukan sesuatu.

Dua hari yang lalu, ada tetangga kost kami yang pindah kamar. Beliau mengosongkan almarinya, kemudian diletakkan di depan kamar. Ketika sore menjelang, seluruh penghuni kost masih melakukan aktivitas masing-masing, tiba-tiba terdengar suara “gubrak!” “Aww!” “Evin!” “Lilo!” Beberapa ibu berteriak bersama. Saya yang saat itu selesai mandi dan masih di dalam kamar, langsung lari mencari mereka. Kedua anak itu ada di bawah almari yang rubuh ke depan. Lilo menangis keras ketika almari itu diangkat, sedangkan Evin masih diam, bingung ketika ibu dan ayahnya mengangkatnya. Gusi depan berdarah dan benjolan cukup besar di dahi, saya dapati ketika memeriksa keadaan Lilo di kamar. Evin memperoleh goresan luka yang panjang di punggungnya. Uhhff, untunglah almari kayu itu agak enteng, jadi mereka tidak memperoleh luka yang mengkhawatirkan. Namun, lingkaran biru agak benjol, pastilah akan tampak di dahi Lilo ketika dia berfoto ulang tahun yang ketiga ini. Ah, benar-benar anak laki-laki!

Ah, tiga tahun tak terasa berlalu sudah. Suka, duka, bangga, bingung, gagal, dan berhasil datang silih berganti ketika kami mendidik dan mengasuh Lilo sampai saat ini. Harapan dan angan-angan ada di benak kami, rasanya masih jauh menggapainya. Namun yang pasti, hidup kami jadi lebih berwarna tiga tahun ini. Kami berharap akan terus bertahan sampai usia kami usai.

Selamat ulang tahun, Lilo! Kami berharap kami terus mengenal Allah yang rela hati yang telah mempercayakan kamu kepada kami, oleh karena itu kami menamaimu LILO. Dan biarlah kami juga terus memuji-muji Tuhan oleh karena kamu, ketika kami mengingatmu dan memberimu nama depan MIKTAM. Dan bagimu sendiri, berusahalah untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain karena kamu sudah diberkati oleh Allah. Maka, RADITYO nama belakangmu yang berarti matahari supaya kamu mengingatnya. Tuhan Yesus memberkatimu!

Cerita terakhir:
Di suatu siang yang gerimis, kami hendak pergi ke toko untuk membeli sesuatu. Lilo bersikeras untuk tetap berangkat dan memegang payung sendiri.
“Ah, Lilo sendiri aja, Bu!”
“Lho, kan payungnya cuma satu. Kalo Lilo yang pegang, Ibu nggak bisa ikut. Ibu kehujanan dong!”
“Ibu hujan-hujan aja!”
“Yah, nanti Ibu sakit dong! Kalo Ibu sakit gimana? Siapa yang ngrawat?”
“Nanti ibu berobat ke dokter dan Lilo yang rawat Ibu.” Untunglah hujannya belum lebat ketika angkot datang.
Sore harinya, ketika saya tiduran di kasur, Lilo menghampiri saya, “Lilo mau rawat ibu.” Dia mengambil selembar tisu, kemudian mengusap-usapkannya ke wajah saya. “Sudah, Bu! Cepat sembuh ya, Bu!” Wkwkwkwkwk.

Cerita Tentang Anakku

Namanya Lilo. Miktam Lilo Radityo nama lengkapnya. Miktam artinya mazmur, pujian bagi Allah. Lilo dari serapan bahasa jawa Lelo yang artinya rela hati. Kami mengenal Allah yang rela hati ketika dia lahir 20 Bulan yang lalu. Radityo berarti Matahari. Itu impian kami untuk dia, supaya jadi matahari bagi orang-orang di sekelilingnya, termasuk kami orang tuanya.
Sekarang Lilo belajar menyebut nama lengkap orang tuanya. sudah berhasil untuk bapaknya, tapi belum berhasil untuk saya, ibunya. Mulai banyaka kata-kata yang menjadi ekspresinya. Dia sedang belajar berdoa. Sebelum makan dan sebelum tidur. Dia mulai dengan menyebut nama Tuhan Yesus dan diakhir dengan kata aa – minnn. Selebihnya mengangguk-angguk mengikuti kata-kata saya.
Dia senang menonton film Finding Nemo dan Teletubbies, dia belajar menirukannya dan memahami hal-hal baru. Curios Goerge adalah serial TV yang diminatinya. Dia gemar membolak balik buku dengan gambar-gambar menarik. Yang paling ia minati adalah gambar binatang dan kendaraan, karena dia bisa menirukan suaranya. Sebenarnya hal yang awal ingin saya ajarkan kepadanya adalah membaca, namun sayang saya belum memahami metode membaca balita dan nggak punya kartu baca juga… he.. he.. he