Menyapih

Menjelang seorang anak berusia dua tahun, para ibu yang menyusui anaknya biasanya sibuk menyiapkan penyapihan. Termasuk saya, sebulan menjelang Lilo berulang tahun kedua saya sudah bertanya sana sini dan membaca ini itu tentang bagaimana cara menyapih. Saya pikir bukan hanya untuk anak pertama saja. Ibu yang sudah pernah memiliki anak pun perlu menyiapkan penyapihan ini, karena tidak ada anak yang sama, respons mereka ketika disapih akan berbeda-beda.
Melakukan penyapihan pada seorang anak memang seperti melakukan suatu dobrakan besar dalam kehidupan sang anak maupun ibunya. Menurut berbagai sumber ada yang berakibat demam pada anak atau ibu. Juga jika tidak ditangani dengan baik ada yang mengakibatkan anak merasa ditolak dan dia menjadi pendiam atau pemarah. Melepaskan kebiasaan yang sudah rutin dilakukan hampir 2 tahun memang bukan sesuatu yang mudah.
Namun demikian, penyapihan mutlak perlu dilakukan bagi anak yang sudah berusia 2 tahun. Mengapa? Karena setelah 2 tahun ASI tidak lagi cukup bagi anak. Selain karena kandungan gizinya menurun, juga karena kebutuhan gizi anak meningkat. Penyapihan juga perlu dilakukan jika seorang ibu dalam keadaan hamil. Seorang teman yang memiliki anak 16 bulan terpaksa melakukan penyapihan awal pada anaknya karena ada janin di dalam kandungannya. Dia sempat tetap memberikan ASI-nya pada sang anak, dengan alasan tidak tega melepaskannya. Akibatnya, si anak menjadi lemas, pucat dan sakit-sakitan. Saya tidak begitu paham alasan medisnya, tapi menurut pemikiran saya, si anak dipaksa meminum ASI yang sudah tidak pas lagi untuk dirinya, sehingga tidak menjadi konsumsi yang sehat, malah menjadi racun bagi tubuhnya.
Alasan lain mengapa penyapihan perlu dilakukan adalah untuk perkembangan yang sehat bagi anak itu sendiri. Baik perkembangan secara fisik maupun perkembangan secara psikis. Makanan yang baik bagi anak yang berusia 2 tahun adalah makanan yang keras, bukan lagi ASI. Anak berusia 2 tahun diharapkan sudah lulus dalam pelajaran perubahan makanan dari ASI eksklusif di usia 6 bulan, bubur susu, bubur, nasi tim, dan kemudian makanan yang lebih keras. Secara psikis, anak usia 2 tahun harus sudah siap lepas dari ibunya. Dia harus mulai belajar berinteraksi lebih banyak dengan lingkungannya daripada tidur bergelung di dada ibunya.
Beberapa trik yang sering dilakukan para ibu yang bisa saya kumpulkan adalah dengan jamu tradisional. Ada yang menggunakan jamu yang membuat ASI terasa pahit, sehingga si anak tidak lagi mau menyusu. Ada juga yang menggunakan jamu yang membuat anak tertidur dengan mudah tanpa menyusu. Trik yang lain adalah dengan mengolesi puting payudara ibu dengan sesuatu yang berasa pahit, seperti brotowali, atau yang berasa pedas, seperti minyak kayu putih, atau yang berwarna aneh, merah, putih, dan lain-lain supaya anak tidak mau lagi mengenyut puting ibu. Bahkan ada juga yang berpura-pura payudaranya terluka dengan menempelkan plester, sehingga anak tidak mau lagi menyusu. Trik yang lain adalah memisahkan ibu dengan anaknya beberapa hari. Ada yang hanya dengan berpindah kamar, sehingga beberapa malam si anak tidak tidur dengan ibunya. Ada yang cukup ekstrem, dengan benar-benar ditinggal keluar kota.
Saat ini sudah tepat sebulan Lilo tidak lagi nenen dengan saya. Saya bersyukur sudah bisa melewatinya dengan baik. Saya mau membagikan bagaimana menyiapkan penyapihan, berdasarkan pengalaman saya.
1. Komunikasikan seawal mungkin dengan anak. Saya membicarakan hal ini dengan Lilo sekitar sebulan sebelumnya. “Nak, bulan depan umurmu sudah 2 tahun, sudah bukan bayi lagi, jadi Lilo sudah nggak boleh nenen lagi, karena nenen hanya untuk adik bayi.” Saya katakan itu berulang-ulang dan saya pun takjub ketika dia sangat memahami yang saya katakan, terekam dengan baik di kepalanya ketika saatnya dia disapih sampai sekarang.
2. Minta tolong orang lain untuk membantu, bisa ayahnya, nenek, kakek, tante, atau orang lain yang kita percayai dan cukup dekat dengan anak. Biasanya anak akan rewel dan minta nenen menjelang tidur malam. Digantikan oleh orang lain ketika menidurkan anak sangat menolong kesuksesan proses penyapihan. Suami saya sangat menolong saya ketika menyapih Lilo. Dia dengan sabar menemani Lilo, menghibur dan menggendongnya ketika dia menangis minta nenen. Dia tidur di samping Lilo sambil bernyanyi dan bercerita sampai akhirnya Lilo tertidur. Saya tahu dia lelah setelah perjalanan jauh dan besoknya harus kembali lagi, tapi dia melakukannya dengan sabar.
3. Anda harus tega dan jangan mudah putus asa. Mendengarkan anak menangis dalam waktu yang lama itu menyayatkan hati. Beberapa kali saya tidak tahan dan ingin kembali menyusui Lilo dari pada mendengarkan dia menangis. Namun, saya ingat nasehat beberapa orang, “Kamu harus tega lho! Kalau dia nangis biarkan saja. Soalnya kalau kamu nggak tega, itu mempersulit proses penyapihannya!” Apalagi kalau sudah pernah berhasil sehari misalnya, tapi hari kedua, karena Anda capek, Anda menyerah dan kembali menyusui. Mungkin butuh waktu yang jauh lebih panjang.
Beberapa kali Lilo tidur di sebelah saya, “Bu, nenen! Katanya. “Lho, Lilo kan sudah besar? Nenen itu buat siapa, hayo?” “Buat adik bayi,” katanya sambil tertawa. Tampaknya dia menggodai saya.

Hai! aku udah nggak nenen lho

Hai! aku udah nggak nenen lho

Iklan

4 Komentar

  1. mamas86 said,

    Februari 26, 2009 pada 6:13 am

    Namun saat ini sepertinya sudah semakin banyak ibu yang tidak mau menyusui anaknya… Dan itu pula mungkin yang menyebabkan betapa rapuhnya moral anak muda sekarang ini. Mungkin karena kurangnya hubungan antara si orang tua dengan anak sejak kecil, maka anak muda sekarang sangat gampang terpengaruh dengan budaya yang kurang baik

  2. Bayu Probo said,

    Februari 26, 2009 pada 1:22 pm

    Anak kita memang keren.

  3. dwi said,

    Maret 2, 2009 pada 4:37 am

    iya ya mas! padahal ASI kan ekonomis dan pasti disukai ama bayi! Ayo kita dukung gerakan ASI untuk bayi…..

  4. Meity said,

    Oktober 12, 2009 pada 11:01 pm

    Sebenarnya produksi ASI ku gak banyak. Tapi Grace tetap maunya nenen sebelum tidur. Kata Ibu ku, Grace itu cuma ngempeng. Tapi aku pikir-pikir, gak papa lah. Anggap aja untuk menjaga hubungan Ibu dan Anak setelah seharian ditinggal kerja. Tapi sepertiya , aku harus siap-siap menyapih Grace juga ya… Sepertinya mas Lilo perlu datang untuk bantu Adek Grace nichh… 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: